Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Astronomi. Show all posts
Showing posts with label Astronomi. Show all posts

Hal-hal mengenai bumi

    Secara umum bumi kita terdiri atas ±30% daratan dan ±70% perairan, sehingga bumi juga disebut planet air. Permukaan bumi dibagi menjadi dua, belahan bumi utara dan belahan bumi selatan yang dipisahkan garis ekuator, dan juga dibagi menjadi belahan bumi timur dan belahan bumi barat yang terbentang dari garis 0' sampai dengan 180'.
    Menurut para ahli bumi bermula dari bola batu yang cair hingga wujudnya seperti sekarang. Kurang lebih 4.600 juta tahun lalu bumi terbentuk di jagat raya. Setelah berjuta-juta tahun, massa batuan mendingin dan terbentuklah bumi. Pendinginan hanya terjadi dibagian luar, sedangkan di bagian dalam merupaka masa batuan cair yang panas. Massa batuan itulah yang disebut magma. Magma dapat keluar melalui retakan kerak bumi dan membeku di permukaan.
    Unsur bumi yang lainnya adalah gas. Gas itu tetap berada dalam bumi dan menjadi lapisan, lapisan itu dinamakan atmosfer. Sebagian gas lain menjadi bagian angkasa luar. Gas ini yang disebut eksosfer. Gas tersebut tetap menyelubungi bumi karena ada gaya gravitasi.
    Kurang lebih 200 juta tahun lalu, permukaan bumi berwujud satu pulau  yang sangat besar yang dikelilingi samudera. Karena adanya gaya rentang pada kerak bumi, ini menyebabkan pulau itu terpisah menjadi enam benua.
    Panjang diameter bumi pada khatulistiwa adalah 12.756.776 meter, sedangkan jika di ukur melalui kutub jaraknya adalah 12.713.824 meter. Luas permukaan bumi seluruhnya adalah 510.101.000 km2. Bumi berotasi dengan kecepatan rata-rata 464,82 meter per detik. Pada waktu berevolusi bumi memiliki kecepatan rata-rata 302.567 km per detik. Perjalanan bumi dalam satu tahun diperkirakan sejauh 1.100.693.000 km.
    Bumi berotasi 23 jam 56 menit, karena itu bumi dibagi menjadi 24 daerah waktu. Tiap daerah waktu punya lebar 15derajat. Jadi perbedaan tiap 15 derajat adalah 1 jam. Berat bumi diperkirakan 5,976x10^21 ton
»»  READMORE...
Share

Cara Menghitung Jarak Benda-benda Langit

Bagaimana sebenarnya cara astronom untuk dapat menghitung dan mengetahui jarak diantara benda-benda langit seperti matahari, planet, bintang, galaksi dan sebagainya. Metode penentuan jarak bintang dan objek luar angkasa lainnya yang paling sederhana adalah metode paralaks trigonometri. Akibat perputaran Bumi mengitari Matahari, maka bintang-bintang yang dekat tampak bergeser letaknya terhadap latar belakang bintang-bintang yang jauh. Dengan mengukur sudut pergeseran itu (disebut sudut paralaks), dan karena kita tahu jarak Bumi ke Matahari, maka jarak bintang dapat ditentukan.
Berkas:UpdatedPlanets2006-indonesian.jpg
Sudut paralaks ini sangat kecil hingga cara ini hanya bisa digunakan untuk bintang-bintang yang jaraknya relatif dekat, yaitu hanya sampai beberapa ratus tahun cahaya (bandingkan dengan diameter galaksi kita yang 100.000 tahun cahaya, dan jarak galaksi Andromeda yang dua juta tahun cahaya). Ada metode lain yang dapat meraih jarak lebih jauh, yaitu metode fotometri.
Bayangkan pada suatu malam yang gelap Anda melihat sebuah lampu di kejauhan. Anda diminta menentukan jarak lampu itu. Ini dapat Anda lakukan asalkan Anda tahu berapa watt daya lampu itu. Dalam istilah astronomi daya sumber cahaya disebut luminositas, yaitu energi yang dipancarkan sumber setiap detik. Jarak ditentukan dengan menggunakan prinsip inverse-square law, artinya terang sumber cahaya yang kita lihat sebanding terbalik dengan jarak kuadrat. Suatu lampu yang jaraknya kita jauhkan dua kali, cahayanya akan tampak lebih redup empat kali.
Ada benda-benda langit yang luminositasnya dapat diketahui. Ini disebut sebagai lilin penentu jarak (standard candle). Salah satu lilin penentu jarak adalah bintang-bintang variabel Cepheid yang berubah cahayanya dengan irama tetap (periodik). Perubahan cahaya itu disebabkan karena bintang itu berdenyut. Makin panjang periode (selang waktu antara) denyutan, makin terang bintang itu.
Sifat tersebut ditemukan oleh astronom wanita Henrietta Leavitt pada tahun 1912. Jadi, luminositas bintang dapat ditentukan dengan cara mengukur periode denyutannya. Variabel Cepheid merupakan bintang yang sangat terang, hingga beberapa puluh ribu kali matahari, karena itu dapat digunakan untuk menentukan jarak galaksi lain.
Ada lilin penentu jarak yang jauh lebih terang lagi, yaitu Supernova Type Ia. Ini bintang meledak, terangnya telah dikalibrasi sekitar 10 miliar kali matahari. Ini lilin penentu jarak yang sangat penting karena bisa digunakan untuk menentukan jarak galaksi-galaksi yang sangat jauh. Studi tentang Supernova Type Ia ini intensif dilakukan sekarang.

Alam semesta

Sebuah mobil ambulans bergerak sambil membunyikan sirene. Bila mobil itu sedang mendekati kita, maka suara lengking sirene itu bernada tinggi. Tetapi bila mobil melewati kita dan bergerak menjauh, nada lengking menjadi rendah. Ini disebut efek Doppler. Bunyi adalah peristiwa gelombang. Pada saat sumber bunyi mendekat, waktu getarnya (frekuensinya) bertambah, maka nadanya terdengar tinggi. Tetapi bila sumber bunyi menjauh, waktu getarnya merendah.
Cahaya merupakan gelombang elektromagnet. Cahaya yang waktu getarnya cepat berwarna biru, yang waktu getarnya lambat berwarna merah. Efek Doppler juga berlaku untuk cahaya. Sebuah sumber cahaya akan tampak lebih biru bila benda tadi bergerak mendekat dan lebih merah bila menjauh.
Vesto Slipher di Observatorium Lowell, Amerika, pada tahun 1920 menunjukkan bahwa garis spektrum galaksi-galaksi yang jauh bergeser ke arah merah. Ini disebut pergeseran merah atau red shift. Artinya, galaksi-galaksi itu semuanya bergerak menjauhi kita. Dengan mengukur besar pergeseran merah itu kecepatan menjauh galaksi-galaksi itu dapat diukur.
Pada tahun 1929 Edwin Hubble di Observatorium Mount Wilson, Amerika, mendapatkan adanya hubungan antara kecepatan menjauh itu dan jarak galaksi. Makin jauh suatu galaksi, makin besar kecepatannya. Hubble mendapatkan hubungan itu linier dan menuliskannya dalam rumus V = H D dengan V = kecepatan menjauh, D = jarak galaksi dan H disebut tetapan Hubble. Dengan rumus Hubble itu dapat diperoleh bahwa semua galaksi itu dulu menyatu di suatu titik. Kapan ? Waktunya adalah t = D / V atau t = 1 / H. Pada waktu itulah terjadi big bang atau ledakan besar yang membentuk alam semesta ini.
Harga t inilah yang kita sebut sebagai umur alam semesta. Dengan mengukur tetapan Hubble H, maka umur alam semesta dapat ditentukan, yaitu sekitar 13-15 miliar tahun. Taksiran terbaik adalah 13,7 miliar tahun. Ini juga cocok dengan umur bintang-bintang tua di globular cluster (gugus bintang bola) yang ditentukan dari teori evolusi bintang, yaitu 12-13 miliar tahun.
Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa alam semesta kita ini sekarang mengembang. Pengembangan alam semesta dan Hukum Hubble dapat dijelaskan oleh model alam semesta Friedmann. Sebenarnya sifat alam semesta yang tidak statis ini sudah diperoleh Einstein ketika mengembangkan Teori Relativitas Umum-nya. Namun, Einstein dan banyak ahli fisika lainnya tidak memercayainya. Hanya Alexander Friedmann, seorang ahli fisika dan matematika Rusia, mengembangkan modelnya berdasarkan solusi non-static pada Teori Relativitas Umum Einstein. Ia memprediksi kemungkinan alam semesta yang mengembang pada tahun 1922, tujuh tahun sebelum Hubble menemukan hukumnya.
Dengan menggunakan hukum Hubble ini, galaksi yang dapat ditentukan pergeseran merah atau red shift-nya (dengan kata lain kecepatan menjauhnya), maka jaraknya dapat ditentukan. Galaksi Abell 1835 IR1916 pada awal tulisan ini, yang merupakan galaksi yang terjauh, ditentukan jaraknya dengan cara ini. Garis spektrum yang berasal dari hidrogren (disebut Lyman-alpha) di galaksi ini yang seharusnya berada di warna ultraviolet bergeser ke warna inframerah.
Jarak galaksi itu 13,23 miliar tahun cahaya. Bila alam semesta ini berumur 13,7 miliar tahun, berarti kita melihat galaksi itu hanya 470 juta tahun setelah big bang, sewaktu umur alam semesta baru 3,4 persen dari umurnya sekarang. Bila kita umpamakan alam semesta ini kakek berumur 80 tahun, yang kita lihat adalah balita berumur 2,5 tahun.

Bola terjauh

Seberapa jauh kita dapat melihat alam semesta” Pertama kita pahami dulu bagaimana posisi kita melihat masa lalu alam semesta. Imajinasikan kita berdiri di suatu titik dalam alam semesta. Kemudian kita bayangkan suatu bola dengan kita sebagai pusat. Katakan radius bola itu 1.000 tahun cahaya. Maka bila kita melihat benda yang berada di permukaan bola itu, berarti kita melihat benda itu pada keadaan 1.000 tahun yang lalu. Ini karena cahaya yang kita lihat (atau informasi yang kita terima) dari benda itu berangkat dari sana 1.000 tahun yang lalu.
Kita bisa membuat bola lain, kita tetap sebagai pusat, dan radius bola kita ambil jauh lebih besar, misalnya sejuta tahun cahaya. Kalau kita bisa melihat benda yang berada di permukaan bola itu, di mana pun arahnya, berarti kita melihat ke masa sejuta tahun yang lalu. Begitu seterusnya kita bisa membuat bola-bola histori alam semesta. Makin besar bola itu, makin jauh kita melihat ke masa silam.
Umur alam semesta ditaksir sekitar 13,7 miliar tahun. Maka benda terjauh yang bisa kita lihat adalah benda yang terletak di permukaan bola yang radiusnya dari kita 13,7 miliar tahun cahaya. Itulah bola terbesar yang bisa kita buat. Apa yang bisa kita lihat di situ ?
Kita tengok sebentar peristiwa sehari-hari. Pada siang hari yang berawan kita melihat langit berwarna putih. Kita tidak bisa melihat matahari yang berada di balik awan itu. Ini disebabkan karena partikel uap air di awan menyebarkan cahaya matahari. Ibaratnya, cahaya matahari “dipingpong” ke sana kemari oleh partikel uap air (disebut penyebaran Mie). Dengan begitu, kita kehilangan informasi tentang arah sumber cahaya itu, yaitu matahari. Tetapi bila ada pesawat terbang yang terbang di bawah awan, kita bisa melihatnya. Jadi, ruang di antara kita dan awan transparan, sedangkan awan tidak transparan.
Kembali ke alam semesta. Tak lama setelah big bang terjadi, alam semesta dihuni oleh partikel cahaya atau radiasi (photon), inti-inti atom ringan (yang terdiri dari proton dan neutron) dan elektron bebas. Elektron bebas bersifat menyebarkan cahaya (photon), sama seperti partikel uap air di dalam awan tadi. Jadi pada saat itu alam semesta tidak transparan, karena cahaya atau radiasi di situ “dipingpong” oleh elektron (disebut penyebaran Compton), mirip yang terjadi pada awan pada analogi di atas.
Akan tetapi, sekitar 400.000 tahun setelah big bang, proton dan elektron bergabung membentuk atom hidrogen netral. Jumlah elektron bebas berkurang. Karena partikel penyebarnya (elektron) berkurang, maka penyebaran cahaya atau radiasi juga berkurang. Jadi, alam semesta sekitar 400.000 tahun setelah big bang menjadi transparan.
Permukaan bola pada jarak 400.000 tahun setelah big bang disebut “permukaan penyebaran terakhir” atau surface of last scattering. Kalau kita melihat ke surface of last scattering (berarti ke masa 400.000 tahun setelah big bang), ibaratnya kita melihat ke awan pada analogi di atas. Yang di balik itu tidak dapat kita lihat karena alam semesta waktu itu tidak transparan. Alam semesta mulai dari surface of last scattering hingga kita transparan. Dari surface of last scattering itu kita melihat radiasi yang berasal dari big bang yang dikenal sebagai latar belakang gelombang mikrokosmik atau cosmic microwave background disingkat CMB.

Pengamatan CMB

Pada tahun 1948, ahli astrofisika kelahiran Rusia, George Gamow, mengemukakan bila kita melihat cukup jauh ke alam semesta, maka kita akan melihat radiasi latar belakang sisa dari big bang. Gamow menghitung bahwa setelah menempuh jarak yang sangat jauh, radiasi itu akan teramati dari Bumi sebagai radiasi gelombang mikro.
Pada tahun 1965, Arno Penzias dan Robert Wilson sedang mencoba antena telekomunikasi milik Bell Telephone Laboratory di Holmdel, New Jersey. Mereka dipusingkan oleh adanya desis latar belakang yang mengganggu. Mereka mengecek antena mereka, membersihkan dari tahi burung, tetapi desis itu tetap ada. Mereka belum menyadari desis yang mereka dengar itu berasal dari tepi jagat raya.
Penzias dan Wilson menelepon astronom radio Robert Dicke di Universitas Princeton untuk minta pendapat bagaimana mengatasi masalah itu. Dicke segera menyadari apa yang didapat kedua orang itu. Segera setelah itu dua makalah dipublikasikan di Astrophysical Journal. Satu oleh Penzias dan Wilson yang menguraikan penemuannya, satu oleh Dicke dan timnya yang memberikan interpretasi. Penzias dan Wilson memperoleh Hadiah Nobel untuk Fisika pada tahun 1978.
Penemuan CMB itu dikukuhkan oleh satelit Cosmic Background Explorer (Cobe) milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Pengukuran oleh satelit Cobe itu menunjukkan temperatur CMB yang hanya 2,725 derajat Kelvin (nol derajat Celsius sama dengan 273 derajat Kelvin). Satelit Cobe memetakan radiasi itu di segala arah dan ternyata semuanya uniform sampai ketelitian satu dibanding 10.000. Kalau kita mempunyai mata yang peka pada CMB, maka langit seperti dilabur putih, sama di semua arah, mulus sempurna, tidak ada noda-nodanya. Ini sesuai dengan prinsip dasar kosmologi bahwa alam semesta ini isotropik dan homogen; seragam di semua arah. Yang kita lihat adalah surface of last scattering.
Sedemikian seragamnya CMB hingga hanya alat yang sangat sensitif dapat melihat adanya fluktuasi atau ketidakseragaman pada CMB. Untuk itu, NASA telah meluncurkan satelit antariksanya, Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP), yang lebih cermat daripada Cobe untuk mempelajari fluktuasi itu. Dengan mempelajari fluktuasi itu, diharapkan kita dapat mengetahui asal mula galaksi-galaksi dan struktur skala besar alam semesta dan mengukur parameter-parameter penting dari big bang.
»»  READMORE...
Share

10 Bintang Terbesar

Di bawah ini adalah daftar 10 besar bintang-bintang terbesar yang diketahui oleh radius (setengah dari diameter) Satuan pengukuran yang digunakan adalah jari-jari Matahari (sekitar 695.500 kilometer, atau 432.450 mil).. Urutan tepat dari daftar ini tidak lengkap namun, juga tidak didefinisikan dengan baik, Ada suatu ketidakpastian tinggi nilai-nilai yang diperoleh dan ukuran jarak.Untuk sebagian besar bintang-bintang ini tidak pasti berbeda derajat dan ketidakpastian ini akan mempengaruhi pengukuran .


Spoiler for 1: - Canis V Majoris:

V Canis Majoris (V CMA) adalah bintang merah hypergiant terletak di rasi Canis Major Di antara tahun 1800 dan 2100 jari-jari matahari (kira-kira 2700000000 kilometer atau 1,7 miliar mil), itu adalah bintang terbesar yang diketahui dan juga salah satu yang paling bercahaya yang dikenal. Terletak sekitar 1,5 kiloparsecs (4,6 × 1016 km) atau sekitar 4.900 tahun cahaya dari Bumi. Tidak seperti kebanyakan bintang hypergiant, yang terjadi baik dalam sistem bintang ganda, vv CMA adalah bintang tunggal. Hal ini dikategorikan sebagai variabel semiregular dan memiliki estimasi masa 2000 hari


Spoiler for 2: - Cephei VV A:

VV Cephei, juga dikenal sebagai HD 208816, adalah sebuah sistem bintang ganda gerhana yang terletak di konstelasi Cepheus, Di antara 1,600-1,900 jari-jari surya sekitar 2.400 tahun cahaya dari Bumi.

Sebuah hypergiant merah mengisi cuping Roche sistem ketika mendekat pada koloni bintang biru, yang terakhir muncul dan berada di urutan utama. materi mengalir dari hypergiant merah ke koloni biru.



Spoiler for 3: - Cephei Mu:

Cephei Mu juga dikenal sebagai Herschel 's Garnet Bintang, adalah bintang super raksasa merah di konstelasi Cepheus Pada 1.550 jari-jari surya Ini adalah salah satu bintang terbesar dan paling bercahaya dikenal di galaksi Bima Sakti.. Kelihatannya garnet merah dan diberi kelas spektral M2Ia.


Spoiler for 4: - woh G64:

Woh G64 adalah hypergiant merah di Awan Magellan Besar. Dengan 2000 kali radius Matahari. Ukuran woh G64 Pada radius 1.540 surya diperkirakan 2785000000 km.



Spoiler for 5: - V354 Cephei:

V354 Cephei adalah bintang hypergiant merah (bintang berdenyut variabel) yang terletak di dalam Bima Sakti. Terletak sekitar 9.000 tahun cahaya dari matahari kita, dan saat ini dianggap sebagai bintang yang dikenal terbesar kelima, dengan perkiraan radius 1520 kali dari matahari, atau 1057160000 km. Dengan asumsi perkiraan ukuran yang benar, jika ditempatkan di pusat tata surya kita, itu akan memperpanjang sampai 7 AU (antara orbit Jupiter dan Saturnus).


Spoiler for 6: - RW Cephei:

RW Cephei adalah bintang kelas M hypergiant merah di konstelasi Cepheus Enam bintang yang terbesar yang diketahui., RW Cephei diperkirakan 1,260-1,610 jari-jari surya RW Cephei., Sementara hampir sama besar dengan orbit Jupiter, tidak lebih besar seperti bintang-bintang lainnya dalam konstelasi Cephus, yaitu V354 Cephei dan VV Cephei A.


Spoiler for 7: - KW Sagittarii:

KW Sagittarii adalah hypergiant merah, terletak sekitar antara 9,000-13,000 tahun cahaya dari matahari kita. Ini adalah 1460 diameter matahari, sebenarnya Tujuh bintang terbesar yang diketahui, luminositas adalah 370.000 kali Matahari. Terletak di rasi Sagittarius.


Spoiler for 8: - KY Cygni:

KY Cygni adalah Hypergiant merah (M3m kelas spektral) yang terletak di Cygnus konstelasi. Ini adalah bintang kedelapan yang terbesar yang diketahui, sekitar 1.420 kali diameter matahari, dan juga salah satu yang paling terang, dengan sekitar 300.000 kali luminositas Matahari. Hal ini sekitar 5.200 tahun cahaya.


Spoiler for 9: - Betelgeuse (Alpha Orionis):

Betelgeuse adalah bintang variabel yang jelas semiregular besarnya berkisar antara 0,2 dan 1,2, paling untuk bintang magnitudo pertama ini adalah bintang paling terang kesembilan di langit malam yang terletak sekitar 640 tahun cahaya dari Bumi. Meskipun diberikan penunjukan Bayer Alpha Orionis. ( Orionis α / α Ori), Betelgeuse adalah bintang kedua tetapi terangnya di rasi Orion, outshone oleh Rigel (Beta Orionis) hampir sepanjang waktu. Bintang menandai titik kanan atas Segitiga Winter dan pusat hexagon Winter.

Diklasifikasikan sebagai Giant Super merah, Betelgeuse adalah salah satu bintang terbesar dan paling bercahaya dikenal. Sebagai perbandingan, jika bintang berada di pusat sistem tata surya kita permukaannya akan memperpanjang masa lalu orbit Jupiter, seluruhnya mencakup luas Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Diameter sudut Betelgeuse pertama kali diukur pada tahun 1920-1921 oleh Albert Abraham Michelson dan Francis G. Pease menggunakan 100 (2,5 m) John D. Hooker interferometer teleskop astronomi dipuncak Gunung Wilson Observatory.

Para astronom percaya Betelgeuse hanya 10 juta tahun, tetapi telah berkembang pesat karena massa yang tinggi Karena umurnya., Betelgeuse diperkirakan akan meledak sebagai supernova, mungkin dalam milenium berikutnya.


Spoiler for 10: - Antares (Alpha Scorpii):

Antares adalah bintang Giant Super merah di galaksi Bima Sakti dan bintang paling terang keenam belas di langit malam hari (kadang-kadang terdaftar sebagai terang kelima belas, jika dua komponen cerah dari sistem bintang Capella quadruple dihitung sebagai satu bintang). Seiring dengan Aldebaran, Spica, dan Regulus adalah salah satu dari empat bintang terang di dekat ekliptik. Antares adalah bintang variabel lambat dengan besarnya rata-rata 1,09.
»»  READMORE...
Share

Mekanisme Hancurnya Bumi yang Sangat Mengerikan


Seorang ilmuwan Belanda memperkirakan bahwa ribuan tahun lagibumi akan memasuki suatu wilayah berkabut di luar tatasuryanya, yang berisi jutaan meteor. Wilayah yang sangat luas itu di beri nama Kabut Oort, hal ini sudah pernah terjadi pada zaman dinosaurus.
Apa yang terjadi jika bumi masuk ke wilayah tersebut?? Bayangkan saja ukuran meteor beragam sekali dari yang kecil sampai yang segede alaihim gambreng . Jika hal itu terjadi maka akan muncul efek yang luar biasa dahsyatnya gan.



1. Batu tersebut akan terbakar melalui atmosfer bumi. Batu tersebut akan bergerak menuju bumi dalam keadaan terbakar seperti ribuan panah api yang melesat di angkasa. Ngeri nggak gan!!! Selain itu udara yang di lewatinya akan ikut terbakar yang menimbulkan panas ribuan derajat.





2. Akan muncul badai akibat desakan udara yang luar biasa. Badai itu sangatlah kencang akibat terdesak batu yang segede alaihim gambreng tadi . kayak kita di jalan klo ada bis ngebut lewat depan kita, kerasa kan gan angin yang dihasilkan. Nah cuman yang ini lebih parah lagi.




3. Langit akan menjadi gelap disebabkan abu meteor yang memenuhi angkasa. Diperkirakan separo dari massa batu tersebut terbakar menjadi abu. Tentu saja abu tersebut akan menyebar karena tertiup angin. Agan-agan ingat peristiwa meletusnya krakatau??nah abunya aja bisa menyebar sampai ke benua Eropa dan Amerika.


4. Material meteor tersebut tidak habis terbakar smua di angkasa, sisanya akan jatuh ke bumi dan menghasilkan tabrakan yang sangat dahsyat menimbulkan gelombang permukaan tanah atau gempa. Skalanya sudah dipastikan di atas 8 SR, apalagi klo jatuhnya dipermukaan laut. TSUNAMI Pasti Terjadi dengan gelombang setinggi ratusan meter!!! Okeh Lanjut…nah ini yang terakhir.


5. Setelah meteor tersebut jatoh ke permukaan bumi, di akan terus melesak ke dalam perut bumi, menuju pusat magma. Akibatnya magma dalam perut bumi akan terdesak keluar
»»  READMORE...
Share