Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Semua manusia pasti merasakan yang namanya Buang air besar, itu pasti. Namun juga tidak sedikit di antara kita yang tidak tahu kapan tempat ketika merasakan keinginan untuk buang air besar entah itu di sekolahan, kantor, tempat belanja, bioskop dan tempat lain sebagainya. Kita setuju bahwa kalau menahan rasa ingin buang air besar itu rasanya sangat tidak nyaman bahkan beberapa dari kita kesakitan. Penyebab rasa ingin buang air besar pun bermacam – macam bisa karena memang sudah waktunya buang air atau bisa di karenakan penyakit, diare misalnya. Apakah dari kita sudah mengetahui dampak buruk dari menahan buang air besar, tentu tidak semua orang mengetahui dampak buruk dari pada menahan buang air besar.

Para Dokter bedah Gastro entestinal Mengungkapkan bahwa akhir – akhir ini pasien di RS tempat mereka praktek mengalami peningkatan jumlah pasien CA Colon atau bahasa umumnya kangker usus. Penyebab Kanker ini belum di ketahui secara pasti, akan tetapi dokter yakin bahwa penyebab kanker usus ini penyebab terbesarnya adalah menahan BAB. Bisa jadi seperti itu, kenapa ? Nah, pada saat kita ingin buang air besar dan menahannya. usus usus di dalam tubuh kita berkontraksi sebegitu kuatnya untuk menahan agar tinja ( kotoran manusia ) tidak nyelonong keluar begitu saja.

Kanker ini biasa di derita kalangan berumur, karena perlu kita ketahui bahwa usia semakin bertambah maka kegiatan seperti itu juga semakin banyak jika di total. nah apabila kita terbiasa menahan buang air besar hingga tua maka resiko terkena kanker usus ini semakin besar. pada saat kita menahan buang air otot – otot usus akan berkontraksi menahan dan lama-kelamaan otot ini akan edema ( bengkak ). jika hal ini terjadi didalam usus ini akan fatal akibatnya. Bengkak yang tidak di tangani secara cepat dan tepat akan dapat mengakibatkan radang dan infeksi pada usus. Sehingga Sel – Sel kanker dapat tumbuh di usus tersebut
»»  READMORE...
Share
Jika keinginan bersin terjadi saat sedang terlibat perbincangan serius, pertemuan penting atau berada di ruang yang sepi, orang lebih suka untuk menahannya. Sebaiknya jangan menahan bersin karena bisa berbahaya.
Beberapa orang mencoba menahan bersin dengan cara menekan hidung mereka sehingga keinginan untuk bersin menjadi hilang. Ternyata menahan bersin justru bisa menjadi masalah yang serius jika sering dilakukan.
Kecepatan bersin yang dimiliki manusia rata-rata adalah 161 km/jam, sehingga jika seseorang menahan untuk bersin maka tubuh harus menahan kecepatan tersebut secara tiba-tiba. Hal ini tentu saja akan memengaruhi fungsi tubuh dan menyebabkan kuman yang seharusnya dikeluarkan, malah masuk kembali.
“Bersin merupakan kegiatan yang positif karena memiliki fungsi membersihkan faring (rongga antara hidung, mulut, dan tenggorokan) dan ini adalah hal yang baik, sedangkan menahan bersin justru berbahaya karena bisa menimbulkan beberapa risiko,” ujar Dr. Michael Roizen, kepala Wellness Officer Clevelend Clinics, seperti dikutip dari Doctoroz.com.
Roizen mengungkapkan ada beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan jika seseorang menahan bersin yaitu:
  1. Menyebabkan patah tulang di tulang rawan hidung
  2. Mimisan
  3. Pecah gendang telinga
  4. Gangguan pendengaran
  5. Vertigo
  6. Retina yang terlepas atau mengalami emfisema. Hal ini karena tubuh berusaha menahan kecepatan dari bersin yang tinggi. Cedera yang timbul umumnya memengaruhi struktur bagian dalam kepala.
Emfisema adalah suatu kondisi yang bisa menyerang anak-anak ataupun orang dewasa, kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi mematikan karena dapat membatasi pasokan udara. Tanda-tanda yang muncul biasanya wajah atau leher yang membengkak dan timbul rasa ketidaknyamanan.
“Untuk membantu seseorang agar mudah bersin bisa dengan cara melihat cahaya terang, hal ini dapat merangsang saraf optik yang melintasi jalur pusat bersin. Selain itu iritasi yang terjadi di saraf dekat pusat bersin juga bisa memicu seseorang untuk bersin,” tambahnya.
Saat seseorang bersin biasanya diikuti oleh keluarnya bakteri atau kuman dari dalam tubuh. Hal ini berguna untuk menjaga hidung agar tetap bersih, karenanya seringkali bersin terjadi secara berulang-ulang.
Jadi jangan pernah menahan bersin untuk menghindari beberapa risiko tersebut. Tapi jangan lupa untuk menutup mulut dan hidung dengan tangan, tisu, sapu tangan atau lekukan lengan saat bersin, agar bakteri dan kuman yang keluar tidak membahayakan orang lain.
»»  READMORE...
Share

Bahaya Menahan Buang Air Kecil

Bahaya menahan kencing? ya.. menahan kencing itu bahaya loh.. kami telah membaca dari beberapa artikel di buku, dan pengalaman juga ternyata menahan kencing itu ada bahayanya..
Bisa saja terjadi infeksi, penyumbatan saluran kencing, bahkan tumor.
Ada dua macam penyumbatan, yaitu dari luar dan dari dalam..
dari luar disebabkan oleh benda singatau batu, dan penyumbatan dari dalam bisa di karenakan infeksi atau tumor..

Apabila terjadi gangguan pada saluran kencing maka segera periksalah,karena memang berbahaya penyakit ini.. untuk itu, kalo bisa jangan menahan air kencing,
Ada banyak orang sulit atau mungkn gak bisa buang air kencing disebabkan antara lain, benign prostatic hyperplasia (BPH atau pembesaran prostat), prostatitis (prostat), cystitis, kanker prosat, urethral stricture (penyemitan saluran kencing), dan bladder disorders (ketidak teraturan air kencing), penyebab orang susah buang air kecil juga sangat bergantug pada jenis kelamin. pada pria, gangguan ini umumnya disebabkan oleh pembesaran prostrat jinak dan sumbatan batu. sedangkan pada wanita, biasanya disebabkan oleh sumbatan batu dn infeksi saluran kencing.
ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar tidak terserang penyakit susah BAK (buang air kecil)
  1. Perbanyaklah mengonsumsi makanan yang sehat, minum air putih yang zat kapurnya rendah,misalnya air mineral.. minumlah sekurang-kurangnya 3-4 liter sehari.
  2. Jangan sering menahan kencing,
  3. Jangan duduk terlalu lama, karena dapat  menyebabkan susah BAK. jika pekerjaan anda banyak duduk, usahakan sekali2 berdiri untuk relaksasi.
  4. Hindari menggunakan pakaian yang ketat, terutama celana, karena dapat mengganggu sistem kerja saluran kencing. pakailah yang longgar saja.
  5. Jangan menggunakan celana yang berbahan dasar kaos atau nilo. gunaan celana dalam yang berbahan dasar katun, sebab aman bagi alat vitaldan saluran kencing ketimbang yang berbahan dasar kaos atau nilon.
»»  READMORE...
Share

Bahaya Menahan Kentut

Kentut seringkali dianggap sebagai suatu tindakan yang tidak sopan jika dilakukan di depan publik oleh kebanyakan kalangan budaya, termasuk oleh kebudayaan di Indonesia. Bahkan untuk sekedar menghormati norma tata krama atau bagian dari aktualisasi diri, tidak jarang membuat seseorang cenderung berusaha untuk menahan kentutnya saat berada di tempat umum. Namun, tahukah Anda betapa pentingnya proses pengeluaran gas dari anus ini?
Pernahkah Anda berpikir apa yang akan terjadi jika gas tersebut terus tertahan di dalam tubuh Anda? Berikut Kami akan menguraikan makna-makna dibalik proses pengeluaran gas tersebut dari saluran pencernaan.
Mengapa Bisa Terjadi Kentut?
Kentut berasal dari gas-gas yang terdapat di dalam usus. Gas-gas ini berasal dari udara yang tertelan saat seseorang makan/minum dan dari hasil pencernaan makanan yang tidak sempurna di dalam usus. Produksi gas dalam usus biasanya akan meningkat setelah makan. Gas yang terbentuk akan dibawa menuju ke rektum (bagian akhir dari usus) melalui gerakan peristaltik usus yang juga akan membawa sisa pencernaan (feses). Gas atapun feses yang telah mencapai rektum akan menimbulkan keluhan yang serupa, yaitu rasa tidak nyaman di sekitar perut dan mulas.
Selanjutnya kentut akan dikeluarkan melalui anus secara tidak sengaja ketika tekanan di dalam rektum lebih besar daripada kekuatan sphincter anus, misal saat batuk, bersin atau orgasme ataupun dikeluarkan secara sengaja (sadar) dengan meningkatkan tekanan rektum dan mengurangi tekanan spincter anus sehingga gas tersebut mudah keluar.

Mengapa Kentut Berbunyi?
Pengeluaran gas melalui sphincter anus biasanya akan menghasilkan suara yang khas akibat adanya vibrasi dari sphincter anus atau akibat gerakan menutup pantat. Suara yang dihasilkan dapat bervariasi (bisa keras, bisa juga tidak terdengar), tergantung dari kekuatan sphincter anus, kecepatan dari pelepasan gas dan faktor-faktor lain seperi air dan lemak tubuh.
Mengapa Kentut Berbau?
Gas yang dikeluarkan saat kentut terdiri atas campuran beberapa macam gas. Nitrogen dan karbondioksida merupakan gas paling utama yang terdapat pada kentut. Komposisi gas lain yang terdapat dalam kentut, antara lain hidrogen, methana, oksigen, dll. Gas yang dihasilkan saat kentut seringkali menimbulkan bau yang tidak sedap. Selama bertahun-tahun diduga bahwa bau tersebut berasal dari skatole dan indole, yang merupakan hasil proses pencernaan dari daging.
Namun, dengan pemeriksaan lebih lanjut ditemukan bahwa bau tak sedap tersebut berasal dari gas yang mengandung sulfur, seperti methanethiol, hidrogen sulfida, dan dimethyl sulfida. Disamping itu, bau-bau tak sedap tersebut juga berasal dari sejumlah besar bakteri mikroflora di dalam usus dan adanya feses yang tertahan di dalam rektum.

Makanan Apa Yang Dapat Memicu Kentut?
Terdapat beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi gas dalam usus, diantaranya adalah makanan yang kaya akan akan polisakarida (terutama oligosakarida), seperti kacang-kacangan, produk susu, bawang, bawang putih, daun bawang, lobak, ubi jalar, kacang mete, gandum, ragi dalam roti, dan sayuran lainnya.
Apa Akibatnya Jika Kentut Tidak Dilepaskan?
Kentut bukanlah sebuah racun, namun merupakan gas alami yang dihasilkan dari tubuh seseorang dan harus dikeluarkan. Seseorang yang menahan kentutnya akan merasakan beberapa keluhan yang tidak nyaman akibat pengingkatan tekanan oleh gas tersebut dan pelebaran usus yang abnormal. Kentut yang ditahan dapat menyebabkan seseorang sulit untuk buang air besar.
Tertahannya gas di dalam usus akan menyebabkan tekanan parsial di rongga usus lebih tinggi daripada tekanan parsial di dalam darah. Akibatnya, gas tersebut akan berdifusi masuk ke dalam pembuluh darah di dinding usus, dan beredar ke seluruh tubuh. Darah yang sudah mencapai paru-paru akan melepaskan gas ini bersama-sama dengan udara pernapasan. Seseorang yang menahan kentutnya sepanjang hari, maka kentut tersebut akan dilepaskan saat dirinya tidur, yaitu ketika tubuh berada dalam kondisi relaksasi
Apa Manfaat Kentut Bagi Kesehatan?
Dari sisi kesehatan, kentut menunjukkan adanya aktivitas usus yang baik. Seseorang yang baru menjalani operasi dengan bius total perlu menunggu hingga tiba saatnya kentut sebelum dirinya diizinkan dokter untuk makan dan minum. Kentut sering dijadikan petunjuk oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya bahwa fungsi usus telah kembali normal.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh sub-departement of Human Gastrointestinal Physiology and Nutrition dari Royal Hallamshire Hospital, volume gas yang dikeluarkan saat kentut dalam keadaan normal dapat mencapai kira-kira 476-1490 ml (rat-rata 705 ml) dalam 24 jam. Seseorang yang terlalu sering kentut atau bahkan tidak bisa kentut sama sekali menunjukkan adanya kelainan tertentu pada saluran pencernaannya. Terjadinya gangguan dalam pelepasan gas pencernaan yang diikuti dengan timbulnya gejala lain merupakan salah satu alasan untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.
»»  READMORE...
Share

Manfaat Gosok Gigi Malam

Kualitas gigi seseorang ditentukan benih gigi dan bagaimana gigi-geligi dirawat sejak awal kali tumbuh. Benih gigi dipengaruhi oleh nutrisi ibu selama anak dalam kandungan. Perawatan gigi anak juga tergantung bagaimana ibu membantu merawatnya. Bagaimana perawatan gigi balita perlu dilakukan?

GIGI anak berjumlah duapuluh. Gigi dewasa tigapuluhdua. Saat lahir, dalam rahang bayi terdapat 44 buah gigi yang tengah dibentuk. Duapuluh gigi susu, duapuluh gigi dewasa, dan empat kantung gigi geraham dewasa. Duapuluh akan keluar sebagai gigi susu (primary dentition). Rata-rata gigi pertama akan keluar (erupsi) pada umur 7 bulan yang muncul sebagai gigi seri bawah.

Anak perempuan dan bayi yang diberi ASI lebih cepat erupsi dibanding anak laki-laki, atau yang bukan diberi ASI. Erupsi gigi juga tergantung etnis, dan bersifat individual pula. Misal, anak yang mengalami gangguan tulang, atau anak dengan keterbelakang mental, erupsi gigi susunya umumnya terlambat.

Selang beberapa bulan setelah gigi susu pertama disusul gigi seri atas, gigi seri bawah pada umur setahun, gigi geraham pertama pada umur 14 bulan, selanjutnya gigi geraham kedua setelah berumur 2 tahun. Gigi susu sudah lengkap keluar setelah anak berumur 2 tahun.

Gigi susu perlu dipertahankan sampai gigi tetap keluar
Umur gigi susu sekitar 6-10 tahun saja. Pada saat anak berumur 6 tahun, gigi susu pertama sudah tanggal dan digantikan oleh gigi tetap (permanent dentition). Gigi tetap pertama, yakni prageraham pertama. Menyusul gigi seri, prageraham kedua, taring, dan geraham kedua pada umur 12 tahun. Terakhir geraham bungsu baru erupsi antara umur 18-25 tahun.

Masing-masing gigi susu ada umurnya. Gigi susu sebaiknya tanggal secara alami. Bila tanggal sebelum umurnya, akan menyesatkan keluarnya gigi tetap. Susunan gigi tetap yang tidak seteratur gigi susu apabila gigi susu sudah tanggal sebelum umurnya.

Gigi susu yang membukakan jalan bagi keluarnya gigi tetap. Bila gigi susu sudah tak ada, sementara gigi tetap belum cukup matang untuk keluar, maka arah keluarnya tidak mengikuti jalan gigi susu. Maka posisi gigi tetapnya tak tentu arah. Setelah dewasa susunan gigi-geligi anak menjadi mirip ban radial.

Agar gigi susu tanggal pada umurnya, gigi harus dirawat. Karena lapisan luar (enamel) gigi susu tidak sekuat gigi tetap, gigi susu lebih gampang keropos. Pengeroposan gigi biasanya terjadi oleh proses mikrobiologis dan kimiawi.

Sisa makanan berkarbohidrat (nasi roti, ubi, ketela, kentang) dan yang serba manis, bila terselip pada permukaan gigi akan terjadi proses fermentasi. Bersama dengan kuman di rongga mulut, membentuk zat asam. Zat asam lactat ini yang akan menghancurkan lapisan luar gigi membentuk caries, atau gigi bolong.

Diseka kapas, berkumur, dan sikat gigi
Maka di permukaan gigi tidak boleh ada sisa makanan. Khususnya yang berkarbohidrat, seperti biskuit, cokelat, permen, kue, es krim, dan sejenisnya. Membiarkan sisa makanan berarti gagal mencegah pengeroposan gigi. Gigi yang keropos dan tidak dirawat, akan hancur, tanggal, lalu berakhir sebagai sisa akar.

Bayi belum mampu berkumur, apalagi menyikat gigi sendiri. Maka selama masa bayi, ibu sendiri yang membantu menyeka permukaan gigi anak dengan kapas basah steril. Setiap kali selesai makan dan minum, biasakan menyeka gigi. Kesehatan gigi balita ditentukan oleh perawatan gigi semenjak usia bayi.

Setelah anak mampu berkumur, biasakan mengajaknya berkumur-kumur setiap kali selesai makan dan minum. Ajarkan pula menyikat gigi. Mungkin belum sempurna. Ibu perlu membimbingnya menyikat gigi yang benar.

Pada usia balita rata-rata anak sudah mahir menyikat gigi sendiri. Biasakan paling kurang dua kali sehari. Pagi hari sehabis sarapan, dan malam hari sebelum tidur. Siang hari, dan setiap kali selesai makan, sekurang-kurangnya berkumur-kumur.

Menyikat gigi malam hari sesungguhnya jauh lebih penting ketimbang pagi hari. Mengapa? Oleh karena selama tidur malam hari mulut terkatup. Selama mulut terkatup, bila ada sisa makanan pada permukaan gigi, ia akan bertahan lebih lama menetap di situ. Sedang selama siang hari, anak masih melakukan kegiatan makan dan minum, sehingga bila ada sisa makanan yang terselip di permukaan gigi akan terhanyut terbawa oleh makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Anak yang tidak menyikat gigi malam hari risiko pengeroposan giginya lebih besar. Gigi keropos dan dibiarkan tanpa perawatan menimbulkan warna hitam pada permukaan gigi. Lama-kelamaan terjadi pembusukan gigi. Lalu infeksi akar gigi, infeksi gusi, dan gusi membengkak. Selanjutnya gigi akan hancur, rusak sebelum waktunya.

Untuk menyehatkan gigi balita, biasakan menggigit apel, jambu, bengkuang, timun, dan sejenisnya. Selain melatih kekerasan gigi, dengan menggigit buah keras, permukaan gigi dibersihkan. Demikian pula yang diperoleh selama mengunyahnya.

Segera ditambal bila mulai bolong
Gigi susu yang sudah mulai keropos perlu dirawat, sebelum telanjur bolong. Untuk itu perlu penambalan. Adakalanya, sekalipun sudah teratur menyikat gigi, bila benih giginya kurang bagus, gigi masih bisa keropos juga (decalcification).

Dengan melakukan penambalan gigi susu, gigi diharapkan masih mampu bertahan sampai umurnya. Dengan demikian, ia akan menunggu sampai saatnya gigi tetapnya mulai keluar.

Pemberian ekstra kalsium saja hanya bermanfaat semasa gigi belum keluar. Pembentukan benih gigi membutuhkan kalsium. Percuma apabila gigi sudah erupsi. Bila diduga kualitas gigi kurang bagus, perlu diberikan ekstra fluor. Fluor bisa terkandung dalam air minum (leding) dan pasta gigi. Atau berupa pengolesan fluor pada permukaan gigi setiap enam bulan sekali.

Menyikat gigi yang benar pada anak harus dibentuk. Jika sudah keliru sejak awal, selanjutnya akan terbentuk cara menyikat yang tidak benar. Prinsipnya seluruh permukaan gigi tidak ada yang terluput dari penyikatan.

Sering-sering bagian-bagian permukaan gigi yang sulit tersentuh, atau sukar dijangkau, lokasi gigi yang sering terancam keropos. Maka upayakan bukan sekadar menyikat gigi belaka. Terlebih ihwal menyikat gigi malam hari. Karena sepanjang malam hari inilah proses hebat pengrusakan gigi yang paling kerap terjadi.
»»  READMORE...
Share

Bahaya Mengupil

Bagi beberapa orang mengupil adalah kegiatan yang mengasyikkan atau menyenangkan. Tapi mengupil terlalu sering ternyata bisa berbahaya bagi kesehatan dan tubuh seseorang.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim peneliti dari Wisconsin dengan melibatkan 200 partisipan, diketahui bahwa rata-rata seseorang mengupil sebanyak 4 kali sehari yang dilakukan saat sedang senggang atau santai.

Mengupil adalah kegiatan yang positif karena membantu membersihkan hidung dari kotoran atau benda asing yang masuk dengan menggunakan jari. Meskipun kegiatan yang umum, tapi bagi budaya tertentu cenderung tabu karena bisa menimbulkan perasaan jijik dan geli.

Upil yang ada di hidung sebenarnya terbentuk dari lendir yang mengering. Membran mukosa di rongga hidung akan terus menerus menghasilkan lendir basah yang berfungsi menghilangkan debu dan benda-benda asing lainnya yang masuk ke hidung. Lendir yang mengering ini akan menyebabkan sensasi iritasi yang kadang menimbulkan rasa gatal dan memicu orang untuk mengupil.

Seperti dikutip dari eHow, Jumat (7/1/2010) ada beberapa alasan yang membuat seseorang harus mengupil, yaitu:

Sedang bengong atau memikirkan sesuatu
Penyebab paling umum orang mengupil terjadi ketika seseorang sedang tidak memikirkan apa-apa, bingung atau bosan. Tindakan ini hampir sama dengan kebiasaan menggigit kuku atau mengisap jempol, karenanya tak jarang orang tanpa sadar melakukannya di depan umum.

Menghilangkan iritasi
Hidung memiliki kecenderungan menjadi kering dan teriritasi oleh hal-hal seperti alergi, bahan kimia dan polusi udara. Saat hidung mengalami iritasi, maka akan timbul rasa gatal dan keinginan untuk menggaruk melalui cara mengupil.

Untuk menghilangkan sekresi hidung
Ketika sedang pilek, infeksi sinus dan alergi bisa menyebabkan sekresi hidung atau lendir meningkat. Sekresi ini seiring waktu akan mengering yang membuat seseorang sulit bernapas. Karenanya seseorang akan mengupil untuk membuat napasnya lega dan menghilangkan penumpukan lendir.

Gangguan obsesif-kompulsif
Salah satu tanda gangguan obsesif kompulsif adalah suka mengupil yang disebut dengan rhinotillexomania. Mengupil dilakukan untuk meringankan perasaan-perasaan negatif yang mengganggu pikirannya, karenanya seringkali ia mengupil di depan umum dan tidak melihat kondisi di sekitarnya. Orang dengan gangguan ini membutuhkan bantuan medis atau psikolog.

Satu hal yang pasti adalah selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengupil, memotong kuku dan jangan menarik upil terlalu keras agar tidak melukai lapisan di dalam hidung.

Tapi jika seseorang terlalu sering mengupil bisa menyebabkan hidung menjadi kering yang dapat memicu perdarahan. Hal ini karena secara alami hidung tetap membutuhkan pelumas setiap saat untuk mencegahnya dari kekeringan.

Sedangkan jika seseorang jarang mengupil, maka lendir yang bercampur dengan kotoran tersebut akan semakin mengeras yang menghambat pernapasan (sulit bernapas) serta membuat hidung tidak lagi bisa efektif menyaring benda-benda asing dari luar.

Akibat keseringan mengupil adalah:

1. Mudah terkena flu
Virus flu bisa melewati selaput lendir yang salah satunya terdapat di dalam hidung. Memasukkan jari-jari yang terkontaminasi virus ini ke dalam hidung bisa menyebabkan seseorang terkena flu yang disebabkan oleh diri sendiri. Dalam beberapa hari ke depan, seseorang bisa saja mengalami flu, tenggorokan gatal dan serangan bersin-bersin.

2. Mimisan
Jika terlalu sering mengupil atau mengupil dengan keras bisa  menyebabkan kerusakan pada lapisan di hidung yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri dan benda-benda asing di udara, sehingga memicu terjadinya mimisan.

3. Infeksi
Selain infeksi virus flu, terlalu sering mengupil menyebabkan kuman dan bakteri lebih mudah masuk ke hidung dan menyebar ke bagian tubuh lain.

4. Merontokkan rambut hidung
Ketika mengupil secara konsisten dna terus menerus akan menyebabkan rambut hidung rontok. Padahal rambut ini memiliki fungsi penting untuk menyaring debu dan polutan di udara. Tanpa rambut hidung akan membuka jalan bagi semua jenis penyakit dan infeksi masuk ke dalam tubuh.

5. Bisa meninggal
Kondisi ini bisa terjadi jika seseorang berusaha mengeluarkan upil yang besar. Karena di dalam hidung ada tulang yang disebut tulang ethmoid, tulang ini memisahkan hidung dari otak. Jika saat mengupil seseorang menusuk tulang ini, maka cairan di otak bisa bocor yang menyebabkan meningitis.
»»  READMORE...
Share